Kamis, 14 Maret 2013

Sindikat Pencurian di Minimarket.


Menghadapi Sindikat Pencurian di Minimarket.



           Sepertinya di tv lagi marak-maraknya kejahatan di Minimarket. Mulai dari perorangan sampai yang berkelompok. Tentunya ini meresahkan para pekerja  di toko tersebut.
Pada umumnya, beberapa toko minimarket yang ada di Indonesia masih banyak yang tidak memiliki standart keamanan untuk menghadapi para penjahat yang berkeliaran di luar sana. Contohnya, tidak adanya alaram, kamera cctv dan petugas keamanan. Ini tentu saja menjadi santapan lezat untuk para pencuri dan pengutil yang usil untuk mengambil keuntungan dari toko yang menjual jenis kebutuhan rumah tangga ini.
          Mulai dari hal kecil saja, contohnya anak-anak yang terkadang membawa belanjaan tidak terscanning oleh kasir, bisa dengan mudahnya lewat begitu saja dari pintu toko. Apalagi mengambil barang yang sudah direncanakan(sindikat-red), akan jadi peluang untuk mereka.
         Memang ini semua harus ada tanggapan atau langkah dari perusahaan agar lebih memberikan standard keamanan untuk toko tersebut. tapi jika kita memiliki niat yang baik dan lebih waspada, kita bisa mencegah tindakan mereka atau bahkan menangkap orang-orang yang sangat merugikan kita dan masyarakat ini. Beruntung bagi anda yang diberikan budget lebih untuk mengganti barang hilang dari perusahaan. Namun , akan sangat jengkel dan marah apabila kita kelolosan dari mereka dan harus mengganti barang yang tidak sama sekali kita konsumsi/ambil.
          Berikut akan saya berikan sedikit tips untuk menghadapi orang-orang yang tidak bertanggung jawab ini:

1.       Titip tas atau plastic yang dibawa.

Sarankan kepada konsumen anda untuk menitipkan barang apa saja yang dibawa. Kecuali handphone dan dompet. Pastikan juga sarana penitipan tas tersedia di toko dengan baik. Dari pengalaman saya, banyak orang yang tidak mau menitipkan tasnya dengan berbagai alasan.  Nah, untuk menghadapi orang yang seperti ini, sebaiknya tidak usah anda paksa. Tidak lucu jika anda harus tarik-tarikan tas di depan umum dengan konsumen. Bisa jadi malah anda yang dicurigai orang lain. Cukup dengan memperhatikan mereka dari kamera cctv. Atau sesekali bisa anda ikuti. Jika dia memang punya niat jahat, pasti dia tidak nyaman. Malah dia pasti akan mengurungkan niatnya dan pergi secepatnya.

2.       Membuka helm atau jacket.

Sama seperti diatas, sarankan untuk membuka helm dan jacket. Anda bisa memberi alasan dengan tidak memakai helm dan jacket, konsumen akan lebih leluasa berbelanja.
3.       Pastikan ada satu karyawan yang memberikan pengawasan.
Biasanya, pencuri akan senang bila semua karyawan toko sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Inilah titik lemah karyawan yang akan menjadi jam-jam kerja si pencuri. Lebih baik, biarkan satu karyawan anda melakukan pengawasan. Tapi juga jangan terlalu terlihat. Karena ini akan memberikan ketidaknyamanan bagi konsumen yang memang benar-benar ingin berbelanja. Selagi mengawasi, berpura-puralah merapikan barang jualan anda. Atau bisa juga sambil menyapu.

4.       Memberikan pelayanan dan promosi barang-barang murah.

Jadilah karyawan yang bawel kepada konsumen. Bawel dalam arti promosi. Khususnya bagi yang mencurigakan. Setidaknya tawarkan keranjang belanja atau Koran promosi yang ada di toko. Selain merubah niat buruknya, ini juga akan jadi nilai tambah anda di mata atasan.

5.       Focus pengawasan kepada konsumen yang menggendong anak.

Dari pengalaman saya dan teman-teman saya, rata-rata pencuri mengambil susu bayi. Motif mereka dengan menggendong anak dan barang curiannya itu di selipkan di antara sipencuri dan sianak. Waspadailah.

6.       Focus saat keadaan tiba-tiba ramai pengunjung.

Nah, inilah cara para sindikat itu bekerja. Karena pada umumnya, sindikat itu tidak bekerja sendirian. Mereka terdiri dari 3 orang sampai 6 orang bahkan lebih. Pastinya melebihi jumlah karyawan yang ada ditoko. Setiap orangnya mempunyai tugas masing-masing. Ada yang mengalihkan perhatian, ada yang mengambil barangnya dan memasukkan ke tas. Adapula orang yang membawanya keluar. Pastinya juga, sudah ada kendaraan diluar toko yang menunggu mereka.

7.       Beri wanti-wanti pada karyawan yang lain.

Jika sudah terjebak pada keadaan sindikat atau pencuri masuk ketoko dan menjalankan aksi mereka, lebih baik beri wanti-wanti atau kode-kode kepada teman anda. Pastikan berbisik dan membuat strategi anda juga. Pastikan salah satu karyawan anda menjaga pintu masuk toko. Dan yang satu lagi menelpon atasan anda.

8.       Telepon toko terdekat.

Jangan langsung panic dan berteriak maling jika benar anda melihat tindak pencurian. Karena disatu sisi kita tidak tahu tindakan apa yang akan mereka lakukan saat anda mencari pertolongan. Jika sudah terjebak, cobalah satu dari karyawan ke gudang area dan meminta tolong kepada karyawan di toko lain yang terdekat untuk datang. Setiap toko mintalah satu orang, setidaknya akan sangat membantu anda untuk menangkap mereka.

9.       Berteriak keluar dan memanggil pemuda setempat.

Sebelumnya saya sarankan, untuk bersosialisasi kepada penduduk setempat. Jadi saat anda butuh pertolongan seperti ini, mereka tidak segan membantu bahkan akan menjadi pahlawan untuk perusahaan anda. Berteriaklah jika anda kelolosan dari sindikat dan pencuri itu. Yakinkan dan beranikan diri anda, jika mereka memang pencuri. Berikan keberanian pada hati anda untuk melawan mereka dengan berteriak sekuat-kuatnya ke luar. Percayalah, pasti mereka akan jadi bulan-bulanan dan amukkan massa yang lagi punya banyak masalah. Hehe.
Sekian tips dari saya untuk mengantisipasi pencurian yang ada di toko anda. Sebenranya inti dari semuanya adalah berdoa kepada Allah SWT sebelum bekerja. Juga, tetap waspada dan awasi setiap konsumen yang berbelanja. Karena kata bang napi, tindakan kejahatan datang setiap ada niat dan kesempatan. Maka WASPADALAH! WASPADALAH!
Buat temen-temen yang punya pengalaman sindikat atau pencurian di atas, bagi-bagi kekita donk. Biar jadi pembelajaran buat sesame kita.
Thank you.