Menghadapi Sindikat Pencurian di Minimarket.
Sepertinya
di tv lagi marak-maraknya kejahatan di Minimarket. Mulai dari perorangan sampai
yang berkelompok. Tentunya ini meresahkan para pekerja di toko tersebut.
Pada umumnya, beberapa toko
minimarket yang ada di Indonesia masih banyak yang tidak memiliki standart
keamanan untuk menghadapi para penjahat yang berkeliaran di luar sana.
Contohnya, tidak adanya alaram, kamera cctv dan petugas keamanan. Ini tentu
saja menjadi santapan lezat untuk para pencuri dan pengutil yang usil untuk
mengambil keuntungan dari toko yang menjual jenis kebutuhan rumah tangga ini.
Mulai
dari hal kecil saja, contohnya anak-anak yang terkadang membawa belanjaan tidak
terscanning oleh kasir, bisa dengan mudahnya lewat begitu saja dari pintu toko.
Apalagi mengambil barang yang sudah direncanakan(sindikat-red), akan jadi
peluang untuk mereka.
Memang
ini semua harus ada tanggapan atau langkah dari perusahaan agar lebih
memberikan standard keamanan untuk toko tersebut. tapi jika kita memiliki niat
yang baik dan lebih waspada, kita bisa mencegah tindakan mereka atau bahkan
menangkap orang-orang yang sangat merugikan kita dan masyarakat ini. Beruntung
bagi anda yang diberikan budget lebih untuk mengganti barang hilang dari
perusahaan. Namun , akan sangat jengkel dan marah apabila kita kelolosan dari
mereka dan harus mengganti barang yang tidak sama sekali kita konsumsi/ambil.
Berikut
akan saya berikan sedikit tips untuk menghadapi orang-orang yang tidak
bertanggung jawab ini:
1. Titip tas atau plastic yang dibawa.
Sarankan kepada konsumen anda untuk
menitipkan barang apa saja yang dibawa. Kecuali handphone dan dompet. Pastikan
juga sarana penitipan tas tersedia di toko dengan baik. Dari pengalaman saya,
banyak orang yang tidak mau menitipkan tasnya dengan berbagai alasan. Nah, untuk menghadapi orang yang seperti ini,
sebaiknya tidak usah anda paksa. Tidak lucu jika anda harus tarik-tarikan tas
di depan umum dengan konsumen. Bisa jadi malah anda yang dicurigai orang lain.
Cukup dengan memperhatikan mereka dari kamera cctv. Atau sesekali bisa anda
ikuti. Jika dia memang punya niat jahat, pasti dia tidak nyaman. Malah dia
pasti akan mengurungkan niatnya dan pergi secepatnya.
2. Membuka helm atau jacket.
Sama seperti diatas, sarankan untuk membuka
helm dan jacket. Anda bisa memberi alasan dengan tidak memakai helm dan jacket,
konsumen akan lebih leluasa berbelanja.
3.
Pastikan ada satu karyawan yang memberikan
pengawasan.
Biasanya, pencuri akan senang bila semua
karyawan toko sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Inilah titik lemah karyawan
yang akan menjadi jam-jam kerja si pencuri. Lebih baik, biarkan satu karyawan
anda melakukan pengawasan. Tapi juga jangan terlalu terlihat. Karena ini akan
memberikan ketidaknyamanan bagi konsumen yang memang benar-benar ingin
berbelanja. Selagi mengawasi, berpura-puralah merapikan barang jualan anda.
Atau bisa juga sambil menyapu.
4. Memberikan pelayanan dan promosi barang-barang murah.
Jadilah karyawan yang bawel kepada
konsumen. Bawel dalam arti promosi. Khususnya bagi yang mencurigakan.
Setidaknya tawarkan keranjang belanja atau Koran promosi yang ada di toko.
Selain merubah niat buruknya, ini juga akan jadi nilai tambah anda di mata
atasan.
5. Focus pengawasan kepada konsumen yang menggendong anak.
Dari pengalaman saya dan teman-teman saya,
rata-rata pencuri mengambil susu bayi. Motif mereka dengan menggendong anak dan
barang curiannya itu di selipkan di antara sipencuri dan sianak. Waspadailah.
6. Focus saat keadaan tiba-tiba ramai pengunjung.
Nah, inilah cara para sindikat itu bekerja.
Karena pada umumnya, sindikat itu tidak bekerja sendirian. Mereka terdiri dari
3 orang sampai 6 orang bahkan lebih. Pastinya melebihi jumlah karyawan yang ada
ditoko. Setiap orangnya mempunyai tugas masing-masing. Ada yang mengalihkan
perhatian, ada yang mengambil barangnya dan memasukkan ke tas. Adapula orang
yang membawanya keluar. Pastinya juga, sudah ada kendaraan diluar toko yang
menunggu mereka.
7. Beri wanti-wanti pada karyawan yang lain.
Jika sudah terjebak pada keadaan sindikat
atau pencuri masuk ketoko dan menjalankan aksi mereka, lebih baik beri
wanti-wanti atau kode-kode kepada teman anda. Pastikan berbisik dan membuat
strategi anda juga. Pastikan salah satu karyawan anda menjaga pintu masuk toko.
Dan yang satu lagi menelpon atasan anda.
8. Telepon toko terdekat.
Jangan langsung panic dan berteriak maling
jika benar anda melihat tindak pencurian. Karena disatu sisi kita tidak tahu
tindakan apa yang akan mereka lakukan saat anda mencari pertolongan. Jika sudah
terjebak, cobalah satu dari karyawan ke gudang area dan meminta tolong kepada
karyawan di toko lain yang terdekat untuk datang. Setiap toko mintalah satu
orang, setidaknya akan sangat membantu anda untuk menangkap mereka.
9. Berteriak keluar dan memanggil pemuda setempat.
Sebelumnya saya sarankan, untuk
bersosialisasi kepada penduduk setempat. Jadi saat anda butuh pertolongan
seperti ini, mereka tidak segan membantu bahkan akan menjadi pahlawan untuk
perusahaan anda. Berteriaklah jika anda kelolosan dari sindikat dan pencuri
itu. Yakinkan dan beranikan diri anda, jika mereka memang pencuri. Berikan
keberanian pada hati anda untuk melawan mereka dengan berteriak sekuat-kuatnya
ke luar. Percayalah, pasti mereka akan jadi bulan-bulanan dan amukkan massa
yang lagi punya banyak masalah. Hehe.
Sekian tips dari saya untuk mengantisipasi pencurian yang
ada di toko anda. Sebenranya inti dari semuanya adalah berdoa kepada Allah SWT
sebelum bekerja. Juga, tetap waspada dan awasi setiap konsumen yang berbelanja.
Karena kata bang napi, tindakan kejahatan datang setiap ada niat dan kesempatan.
Maka WASPADALAH! WASPADALAH!
Buat temen-temen yang punya pengalaman sindikat atau
pencurian di atas, bagi-bagi kekita donk. Biar jadi pembelajaran buat sesame
kita.
Thank you.